Sabtu, 28 Oktober 2017

Konsultan Engineering





TEMA : Konsultan Engineering
Sub Tema : Prosedur pendirian bisnis, kontrak kerja dan prosedur pengadaan, kontrak bisnis
PROSEDUR PENDIRIAN BISNIS
Dalam mendirikan suatu bisnis, para pengusaha harus membutuhkan yang namanya suatu wadah untuk dapat bertindak dalam melakukan perbuatan hukum dan bertansaksi ke pembisnis laiinnya. Pemilihan dari jenis badan usaha maupun badan hukum yang akan dijadikan sebagai sumber suatu sarana untuk usaha yang akan tergantung pada keperluan para pendiri bisnis tersebut.
Dalam mendirikan suatu usaha tentunya mereka harus ada izin usaha dan ijin perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Sarana yang dipakai dalam usaha yang paling popular biasanya digunakan adalah Perseroan terbatas (PT), karena PT memiliki sifat, ciri khas dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bentuk badan usaha lainnya, sebagai berikut ini:
* Merupakan bentuk persekutuan yang berbadan hukum,
* Merupakan kumpulan modal/saham,
* Memiliki kekayaan yang terpisah dari kekayaan para perseronya,
* Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas,
* Adanya pemisahan fungsi antara pemegang saham dan pengurus atau direksi,
* Memiliki komisaris yang berfungsi sebagai pengawas,
* Kekuasaan tertinggi berada pada RUPS.
Prosedur Pendirian PT secara umum sbb.:
1. Pemesanan nama ps. 9 (2) (+ 3 hari) :
* kuasa pengurusan hanya bisa kepada Notaris
* dalam jangka waktu maksimal 60 hari, harus diajukan pengesahannya ke Departemen Kehakiman atau nama menjadi expired
2. Pembuatan akta Notaris (ps. 7 (1))
3. Pengurusan ijin domisili & Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perseroan sekaligus pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) & Berita Negara Republik Indonesia (BNRI) (jangka waktu + 2 minggu)
4. Pembukaan rekening Perseroan dan menyetorkan modal ke kas Perseroan
5. Permohonan pembuatan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Ijin Usaha lain yang terkait sesuai dengan maksud & tujuan usaha ( jangka waktunya + 2 minggu). Surat ijin usaha, surat izin usaha, perizinan usaha ini sangat penting untuk kegiatan bisnis selanjutnya.
6. Pembuatan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sekaligus Pendaftaran Perseroan untuk memenuhi criteria Wajib Daftar Perusahaan (WDP) (jangka waktunya + 2 minggu sejak berkas lengkap). Pada waktu pendaftaran, asli-asli dokumen harus diperlihatkan, Tentunya ini juga diurus setelah izin usaha, surat izin usaha.
7. Pengumuman pada BNRI (jangka waktu + 3 bulan).
KONTRAK KERJA
Kontrak kerja merupakan bentuk standar umum yang berisi didalamnya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang sudah semestinya harus dimiliki setiap-setiap perusahaan. Kontrak kerja pun dapat dikatakan sebagai perjanjian yang tertulis antara pihak perusahaan dengan pegawai baru yang bekerja pada perusahaan tersebut. Perjanjian yang resmi ini adalah bentuk bukti ikatan kerja sama diantara kedua belah pihak, perjain ini berisi kewajiban dan hak masing-masing pihak.
Karena perjanjian begitu penting didalam isi surat kontrak kerja tersebut, maka pastikan pegawai yang ingin bekerja diperusahaan tersebut terlebih dahulu membaca dengan sangat seksama dan sangat teliti setiap kalimat-kalimat yang tertera di atas surat kontrak yang akan anda tanda tangani. Kesempatan untuk mengoreksi isi surat tersebut akan hilang bila anda sudah menggoreskan tanda tangan diatasnya.
Berikut ini beberapa hal pokok yang wajib tercantum dalam surat kontrak kerja :
Pengangkatan
Dalam surat kontrak kerja harus tertulis dengan jelas jabatan yang akan anda jabatin. Perhatikan juga pula job deskripsi agar anda tahu batasan-batasan pekerjaan anda yang akan ditangani dan juga harus menghindari terjadinya kekecewaan dan penyesalan karena merasa terbebani oleh pekerjaan yang terlalu berat.
Informasi Gaji
Pastikan nominal gaji yang akan diterima harus sama dengan kontrak awal sebelum anda bekerja dan harus memperhatikan apa yang sudah tertera dengan jelas dalam surat perjanjian kerja tersebut, agar Anda terhindar dari masalah persoalan yang diakibatkan ketidaksesuaian jumlah rupiah anda pada kontrak dengan kenyataan sebenarnya. Perhatikan juga pula keterangan yang ada tentang cara perhitungan pembayaran gaji anda, waktu pembayaran gaji anda, dan juga perihal kenaikan gaji anda.
Jadwal kerja dan Lokasi Penempatan
Jadwal kerja yang anda maksud meliputi jam kerja, lembur, waktu istirahat dan libur. Informasi ini sangat penting sehingga Anda bisa memperhitungkan matang-matang tentang waktu serta besarnya biaya transportasi yang anda keluarkan nantinya.
Pemutusan Hubungan Kerja
Pada bagian ini biasanya membahas berbagai kondisi yang bisa menyebabkan seorang karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja atau dipecat oleh perusahaan. Jangan sampai anda hanya mengalami kelalain kecil maka anda akan dipecat, posisi anda di perusahaan bias sangat terancam. Maka perhatikanlah segala ketentuan yang ada dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan dengan cermat.
Prosedur Pengadaan tenaga kerja
Perencanaan tenaga kerja adalah penentuan kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan dan cara memenuhinya. Penentuan kuantitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu time motion study dan peramalan tenaga kerja. Sedangkan penentuan kualitas dapat dilakukan dengan Job Analysis. Job Analysis terbagi menjadi dua, yaitu Job Description dan Job Specification / Job Requirement. Tujuan Job Analysis bagi perusahaan yang sudah lama berdiri yaitu untuk reorganisasi, penggantian pegawai, dan penerimaan pegawai baru.
Penarikan Tenaga Kerja
Penarikan tenaga kerja diperoleh dari dua sumber, yaitu sumber internal dan sumber eksternal. Sumber internal yaitu menarik tenaga kerja baru dari rekomendasi karyawan lama dan nepotisme, berdasarkan sistem kekeluargaan, misalnya mempekerjakan anak, adik, dan sebagainya. Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber internal yaitu lowongan cepat terisi, tenaga kerja cepat menyesuaikan diri, dan semangat kerja meningkat. Namun kekurangannya adalah menghambat masuknya gagasan baru, terjadi konflik bila salah penempatan jabatan, karakter lama terbawa terus, dan promosi yang salah mempengaruhi efisiensi dan efektifitas. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber internal adalah untuk meningkatkan semangat, menjaga kesetiaan, memberi motivasi, dan memberi penghargaan atas prestasi. Sumber eksternal yaitu menarik tenaga kerja baru dari lembaga tenaga kerja, lembaga pendidikan, ataupun dari advertising, yaitu media cetak dan internet. Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah dapat meminimaslisasi kesalahan penempatan jabatan, lebih berkualitas dan memperoleh ide baru/segar. Namun kekurangannya adalah membutuhkan proses yang lama, biaya yang cukup besar, dan rasa tidak senang dari pegawai lama. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah untuk memperoleh gagasan/ide baru dan mencegah persaingan yang negatif.

Seleksi Tenaga Kerja
Ada lima tahapan dalam menyeleksi tenaga kerja, yaitu seleksi administrasi, tes kemampuan dan psikologi, wawancara, tes kesehatan dan referensi (pengecekan).
Terdapat dua pendekatan untuk menyeleksi tenaga kerja, yaitu Succecive Selection Process dan Compensatory Selection Process. Succecive Selection Process adalah seleksi yang dilaksanakan secara bertahap atau sistem gugur. Compensatory Selection Process adalah seleksi dengan memberikan kesempatan yang sama pada semua calon untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditentukan.

Penempatan Tenaga Kerja

Penempatan tenaga kerja adalah proses penentuan jabatan seseorang yang disesuaikan antara kualifikasi yang bersangkutan dengan job specification-nya.
Indikator kesalahan penempatan tenaga kerja yaitu tenaga kerja yang tidak produktif, terjadi konflik, biaya yang tinggi dan tingkat kecelakaan kerja tinggi.
Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa
Jenis-jenis metode pemilihan penyedia barang dan jasa ada empat, yaitu : Metode Pelelangan Umum, Pelelangan Terbatas, Pemilihan Langsung, dan Penunjukan Langsung.
Jika menggunakan metode Penunjukan Langsung, maka prosedur pemilihan penyedia barang dan jasa seperti berikut :
- Penilaian kualifikasi
- Permintaan penawaran dan negosiasi harga
- Penetapan dan penunjukan langsung
- Penunjukan penyedia barang/jasa
- Pengaduan
- Penandatanganan kontrak
                    KONTRAK BISNIS
Kontrak Bisnis biasanya merupakan suatu bentuk perjanjian yang didalamnya bentuk tertulis dimana substansi yang disetujui oleh para pihak yang terikat didalamnya kontrak bermuatan bisnis. Adapun juga bisnis adalah suatu tindakan-tindakan yang mempunyai nilai komersial atau harga. Dengan demkian kontrak bisnis adalah perjanjian yang tertulis antara kedua pihak yang mempunyai nilai komersial. Dalam pengertian ini kita mengetahui kontrak bisnis harus dibedakan dengan suatu kontrak langsung atau perjanjian tidak langsung.
Kontrak Bisnis juga dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu dapat dilihat dari segi pembuktian. Pertama adalah Kontrak Bisnis yang anda buat pada lembar bawah yang sudah ditanda tangan dimana para pihak menandatangani sebuah Kontrak Bisnis diatas materai. Kedua adalah Kontrak Bisnis yang sudah didaftarkan (waarmerken) oleh notaris. Ketiga adalah Kontrak Bisnis yang dilegalisasikan keasliannya didepan notaris. Keempat adalah Kontrak Bisnis yang dibuat dihadapan notaris dan dituangkan dalam bentuk akta notaris.
Walaupun ada empat perbedaan dari segi pembuktian namun demikian hal tersebut tidak mempengaruhi keaslian isi dari apa yang diperjanjikan oleh kedua pihak.
Sehubungan dengan isi Kontrak Bisnis yang dituangkan dalam bentuk akta notaries, ada beberapa Kontrak Bisnis yang diatur oleh undang-undang harus juga dibuat dalam bentuk akta notaris, misalnya perjanjian yang menyangkut pendirian perseroan (PT) terbatas atau perjanjian jual belitanah. Sedangkan ada Kontrak Bisnis yang karena kebiasaan dituangkan dalam bentuk akta notaris, misalnya Perjanjian Pinjam Meminjam, Perjanjian Penjaminan Emisi dan lain-lain. Ada pula Kontrak Bisnis yang dituangkan dalam bentuk akta notaris karena memang dikehendaki secara demikian oleh para pihak.
Pengertian Kontrak Bisnis Internasional
Kontrak Bisnis dilihat dari unusurnya dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama adalah Kontrak Bisnis Domestik dan kedua adalah Kontrak Bisnis Internasional. Adapun yang membedakan antara Kontrak Bisnis Domestik dengan Internasional adalah ada tidaknya unsur internasional. Unsur internasional dapat berupa para pihaknya, substansi yang diatur dan lain-lain. Sebagai contoh apabila dalam suatu kontrak. Sebagai contoh apabila dalam suatu kontrak bisnis para pihak yang mengikatkan diri adalah warga negara atau badan hukum asing maka hal ini sudah dapat dikategorikan sebagai Kontrak Bisnis Internasional. Contoh Kontrak Bisnis Internasional adalah Perjanjian Pendirian Usaha Patungan (Joint Venture Agreement), perjanjian Pinjam Meminjam (Loan Agreement) antara badan hokum Indonesia dengan bank asing, Perjanjian Penjaminan Emisi (Underwriting Agreement) antara Emiten Indonesia dengan Penjamin Emis Efek berbadan hokum asing dan lain-lain.
Sumber :

Soal
1. bentuk standar umum yang berisi didalamnya Undang-Undang Ketenagakerjaan  
yang sudah semestinya harus dimiliki setiap-setiap perusahaan pengertian dari
A.    Ikatan Buruh
B.     Ikatan Pekerja
C.     Ikatan Kontrak
D.    Kontrak Kerja

2. Berikut ini beberapa hal pokok yang wajib tercantum dalam surat kontrak kerja,
Kecuali :
A.  Pengangkatan
B.  Informasi Gaji
C.  Kelakuan Buruk anda diperusahaan sebelumnya
D.  Pemecatan

3. proses penentuan jabatan seseorang yang disesuaikan antara kualifikasi yang     bersangkutan dengan job specification-nya pengertian dari
A.   Penempatan Tenaga Kerja
B.   Pemberian waktu istirahat
C.   Pembatasan anda kerja dibagian mana
D.   Pembatasan waktu istirahat

4. Penarikan tenaga kerja diperoleh dari dua sumber, yaitu
A.      Sumber Ekstenal dan internal
B.      Sumber Ketenaga kerjaan dan Sumber Profesionalisme
C.      Sumber Para ahli dan Sumber Profesional
D.      Sumber Pekerja dan Sumber segala pihak

5.  Ada lima tahapan dalam menyeleksi tenaga kerja, yaitu
A.      seleksi administrasi,
B.      tes kemampuan dan psikologi,
C.      wawancara,
D.      tes 10 bahasa yang anda ketahui

0 komentar: