Jumat, 19 Juni 2015

Manusia dan kegelisahan

A. PENGERTIAN MANUSIA DAN KEGELISAHAN 
     Setiap orang pasti selalu merassakan kegelisahan dalam setiap segi kehidupannya masing-masing. entah itu kegelisahan berat maupun yang ringan. Kegelisahan dalam menghadapi tugas yang sangat besar, kegelisahan dalam menghadapi pidato,orang penting, maupun gelisah ketika belum memiliki jodoh. Semua pasti pernah merasakan hal tersebut.
      Sama halnya dengan saya,ketika masa-masa dimana saya akan menghadapi Ujian Nasional saya pun merasakan kegelisahan yang membuat saya tidak yakin apakah saya dapat mengerjakan soal-soal yang di berikan pengawas kepada saya.
membayangkan raut wajah dari seorang pengawas yang menyeramkan, yang lalu lalang ketika kita sebagai peserta ujian sedang tegang untuk mengerjakan soal-soal yang di berikan.
    Namun semuanya itu dapat saya lewati. Buktinya saya sudah bisa melanjutkan pada Perguruan Tinggi Swasta Ternama di Jakarta.
   Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang Manusia Dan Kegelisahan, sebaiknya kita mengerti terlebih dahulu Pengertian dari Kegelisahan.
1.     Pengertian  Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata “ Gelisah “( rasa tidak tenteram di hati atau khawatir, tidak tenang,tidak sabar,dan cemas.
Manusia saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan .Mungkin terjadi akibat kebutuhan hidup yang meningkat,rasa individualistis dan egoisme,persaingan, dan masih banyak akibat yang dapat ditimbulkan.
Kegelisahan dalam konteks budaya sebagai “upaya mencari Kesempurnaan” , dari segi batin manusia sebagai akibat dari noda dosa pada hati manusia.
Tidak menutup kemungkinan akibat kegelisahan seseorang , sekaligus membuat orang lain menjadi korbannya.
Penyebab Kegelisahan dapat pula di kaitkan dengan seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan. Orang yang tidak mempunyai dasar tugas( hidup) sering ditimpa kegelisahan {( abstrak= kegelisahan murni ( merasa gelisah tanpa mengetahui apa kegelisahannya,seolah-olah tanpa sebab)}.
Berbeda dengan kgelisahan “terapan” dalam peristiwa sehari-hari contohnya: anaknya yang berpacaran dengan seorang preman, orang tua yang sakit keras,seorang gay dan lesbian yang tidak di terima oleh lingkungannya, masalah nilai ujian,dan masih banyak lagi contoh-contoh yang menyebabkan kegelisahan tersebut muncul.
Alasan yang paling mendasar mengapa manusia menjadi gelisah ialah Karena manusia memiliki hati dan perasaan.
B. Mungkin kegelisahan itu disebabkan antara lain:
1. Kesulitan ekonomi
2. Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas
3. Penyakit yang menahun
4. Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal
5. Takut kehilangan pasangan hidup
6. Khawatir gagal dalam berkarier
7. Dan lainnya  

C. Contoh-contoh orang kegelisahan Dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
1. Segi fisik: Prut terasa mual, Mencret, Pencernaan terasa sakit, Pandangan mata yang melebar, Kedua tangan bergetar, Batuk yang diiringi dengan sakit atau pusing di kepala, Terjadi gangguan pada fungsi seksual seperti tidak bernafsu sama sekali 
2. Segi mintal : Mudah terprovokasi, Gampang tersinggung, Tidak percaya diri, Ragu-ragu mengambil keputusan, Merasa lemah dan gagal, Mudah kaget dan gelisah, Sering mengalami mimpi buruk, Suka bosan dan muak, Banyak bergerak dan tak tenang diam, Tidak biasa tetap dalam menyukai dan menyayangi seseorang atau benda 
3. Segi Pikiran: Sering lupa, Linglung, Sering berubah pikiran, Suka mengatur atau memutuskan sesuatu, Tidak sabar untuk menghentikan suatu kegiatan atau urusan.
D. USAHA-USAHA MENGATASI KRGRLISAHAN
a.       Usaha mengatasi kegelisahan
Mengatasi  kegelisahan  ini pertama-tama  harus  mulai  dari diri  kita scndiri,  yaitu  kita harus  bersikap  tenang.  Dengan  sikap  tenang  kita  dapat  berpikir  tenang,  sehingga   segala kesulitan  dapat  kita atasi.
 E. CONTOH MENGATASI KEGELISAHAN
Contoh :
Dokter  yang menghadapi  istri dan anaknya  yang sedang  sakit, justru  tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat  apa-apa bila  menghadapi   keluarganya  yang  sakit,  karena  ia  merasa  khawatir.  Dalam  hal  ini dokter  itu harus  bersikap  seperti   menghadapi  pasien  yang  bukan  keluarganya
Kegelisahan yang saya pernah alami adalah waktu saya mendengar sepeda saya waktu umur 10 tahun yang hilang di garasi, saya merasa gelisah atas kehilangan sepeda itu, karena sepeda itu sebelum hilang sorenya saya betulin kebengkel bareng orang tua saya, dan malemnya sepeda saya dicuri orang pencuri. Esok paginya saya merasa gelisah dan shock.
Waktu sepeda ilang saya mengatasi kegelisahan dengan cara bersabar karena bukan rezeki saya buat naek sepeda lagi. 


DAFTAR PUSTAKA

0 komentar: